kejadian ini sebenarnya sudah lama, kira² 5 tahun yang lalu…tapi saya masih tidak habis pikir kenapa bisa ini terjadi…
tahun 2005, di tahun² pertama pernikahan kakak ku dengan kak nila yang asli orang medan dan baru di karuniai 1 putri (acha)
kami baru saja pasang telpon rumah, suatu hari telpon rumah berdering kebetulan saat itu saya yang menjawab telpon..
Dian : “Assalamu’alaikum”
mr X : “Selamat siang, apa benar ini dengan bapak ahmad munadi?”
Dian : “saya anaknya, ini darimana?”
ms X :”maaf dengan ibu siapa saya bicara?”
Dian : “dengan Dian”
mr X : “kami dari kantor telkom, mau memberitahukan bahwa nanti akan ada perbaikan telpon jadi kami minta line telpon nya di cabut untuk kelancarannya…kira² satu jam lagi baru di sambungkan lagi line telponnya”
Dian : ” oh? ada perbaikan jaringan ya? baik nanti saya sambungkan lagi sekitar satu jam lagi”
mr X :”maaf, bapak munadi punya berapa anak?”
Dian : (merasa aneh dengan pertanyaan nya) “punya 4 anak”
mr X : “ada yang bernama lukman hakim?”
Dian : (makin aneh) “iya, kok bapak bisa tau?”
mr X : “bapak lukman hakim punya 1 anak saja ya?”
Dian : “iya” (ternyata saya jadi korban sosial enginering)
mr X : “baik terima kasih, tolong nanti line telponnya di cabut dl..selamat siang”
Dian : “iya, selamat siang”
klik________________
di waktu yang sama, mr X dkk menelpon no hp mas lukman dan menelpon keluarga kak nila yang ada di medan kira² percakapannya seperti ini :
mr X : “dengan bapak lukman?”
Lukman : “iya”
mr X : ” ini dari kepolisian, no hp anda dipergunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab untuk transaksi narkoba…jadi kami minta untuk 1 jam kedepan hp anda mohon di nonaktifkan”
Lukman : (kaget) tapi akhirnya Hp nya pun di nonaktifkan…
_____________________sementara itu di medan
mr X : “dengan keluarga ibu nila?”
Debi (adeknya kak nila) : “iya, ini siapa?”
mr X : “ini dari rumah sakit semarang, ingin memberitahu bahwa ibu nila dan keluarga mengalami kecelakaan dan sekarang hendak di operasi…bpk lukman patah tulang dan anaknya luka parah”
Debi : “APA??!! (seketika panik)
mr X : “kami hanya bisa menghubungi no ini, jadi kami mohon untuk segera mentransfer sejumlah uang ke nomor rekening XXXX.XXX.XXX segera atau ibu nila dan keluarga tidak di operasi”
Debi : “baik…akan segera kami usahakan”
klik__________________
Debi dan keluarga di medan bingung setengah mati, mencoba menghubungi telp rumah kami (namun tidak ada nada hubung karena line telpon nya saya cabut) kemudian debi mencoba menelpon ke Hp mas lukman tapi ternyata tidak terhubung juga (karena di nonaktifkan akibat ulah mr X yang mengatakan no hp nya di gunakan sebagai transaksi narkoba).
saya yang dari tadi merasa heran mencoba bertanya ke tetangga, apa benar ada perbaikan jaringan? dan mereka bilang tidak ada…setelah hampir satu jam akhirnya aku pun memasang kembali line telpon.
tepat di saat itu, debi telpon ke no Hp saya hendak menanyakan keadaan kak nila sekeluarga…betapa kagetnya aku dengan apa yang debi ucapkan, akhirnya Hp kuberikan ke kak nila dan betapa senangnya hati debi dan keluarga mengetahui bahwa mereka ternyata baik² saja.
maka dengan tegas, aku bilang ke debi “jangan transfer apapun!! kami di sini baik² saja…”
setelah itu saya menelpon ke kantor mas lukman, dan menceritakan semuanya…
hampir saja kami menjadi korban penipuan, jadi berhati hatilah memberikan informasi…hanya dari no telpon rumah dan no telp Hp saja ternyata cukup untuk membuat anda menjadi korban penipuan.


di FB apalagi,parah bgt blak²an dlm ngasih info pribadi.example : nama lgkp,no hp nampe detail kebiasaan dan foto pribadi.ntu sgt amat membahayakan diri sendiri. tapi yg jd pertanyaan “nyadar kagak ya kita” atau apa maksud na ??
namaku samaran…no Hp juga di kasih yg udah g aktip
Hi, saya suka dengan blog yang memakai template Mistylook, salam kenal..